Mengenal Rumah Adat Aceh | KOLOMWARTA.COM

Rumah adat Aceh, atau dalam bahasa Aceh: dinamakan Rumoh Aceh atau Krong Bade adalah rumah adat dari suku Aceh. Rumah ini bertipe rumah panggung dengan 3 bagan utama dan sebuah bagian tambahan. rumah Adat Aceh terdiri dari 3 bagian utama yaitu seuramoë keuë (serambi depan), seuramoë teungoh (serambi tengah) dan seuramoë likôt (serambi belakang). Sedangkan 1 bagian tambahannya yaitu rumoh dapu (rumah dapur). Atap rumah juga digunakan sebagai tempat penyimpanan pusaka keluarga. Terdapat beberapa hal yang unik, yang menjadi ciri khas dari rumah adat Aceh. Salah satunya bentuk rumah yang seperti panggung dengan berjarak sekitar 2,5 sampai 3 meter dari atas tanah. Keseluruhan bangunan rumah adat ini juga dibangun dengan menggunakan kayu. Sedangkan atapnya berasal dari anyaman daun enau atau daun rubia.

Rumah Adat Aceh

Bagi suku bangsa Aceh, segala sesuatu yang akan mereka lakukan, selalu berlandaskan kitab adat. Kitab adat tersebut, dikenal dengan Meukeuta Alam. Salah satu isi di dalam terdapat tentang pendirian rumah. Di dalam kitab adat menyebutkan: ”Tiaptiap rakyat mendirikan rumah atau masjid atau balai-balai atau meunasah pada tiap-tiap tihang di atas puting dibawah para hendaklah dipakai kain merah dan putih sedikit”. Kain merah putih yang dibuat khusus di saat memulai pekerjaan itu dililitkan di atas tiang utama yang di sebut tamèh raja dan tamèh putroë”. Untuk itu, dapat dilihat bahwa Suku Aceh bukanlah suatu suku yang dapat melupakan apa yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka.

Dalam kitab tersebut juga dipaparkan bahwa; dalam Rumoh Aceh, bagian rumah dan pekarangannya menjadi milik anak-anak perempuan atau ibunya. Menurut adat Aceh, rumah dan pekarangannya tidak boleh di pra-é, atau dibelokkan dari hukum waris. Jika seorang suami meninggal dunia, maka Rumoh Aceh itu menjadi milik anak-anak perempuan atau menjadi milik isterinya bila mereka tidak mempunyai anak perempuan.Untuk itu, dalam Rumah Adat Aceh, istrilah yang dinamakan peurumoh, atau jiak diartikan dalam bahasa Indonesia adalah orang yang memiliki rumah.

Bagi Suku Aceh, Rumoh Aceh bukan sekadar tempat untuk berteduh. Akantetapi, rumah adat Aceh  merupakan bentuk dari  keyakinan terhadap Tuhan dan adaptasi terhadap alam. Oleh karena itu, melalui rumah adat Aceh ini, kita dapat melihat budaya, pola hidup, dan nilai-nilai yang diyakini oleh masyarakat Aceh dari masa ke masa. Adat dari rumah adat Aceh ini sudah ada semenjak Raja Sultan Iskandar Muda berkuasa.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url