“Manusia Kamar” Kumpulan Cerpen Lawas Seno Gumira Ajidarma

Manusia Kamar adalah kumpulan cerpen karya Seno Gumira Ajidarma, pada tahun 1988. Sebelum naik cetak, Seno bermaksud memberi judul kumpulan cerpennya ini dengan judul Matinya Seorang Penari Telanjang, tetapi penerbit tidak mengizinkan karena judul tersebut dipandang kontroversial. Akhirnya, dipilihlah judul Manusia Kamar. Kini, kumpulan cerpen ini diterbitkan kembali dengan menggunakan Matinya Seorang Penari Telanjang sebagai judul. Karya sastra ini berbentuk buku, yang berisi 16 judul, yaitu: Nyanyian Sepanjang Sungai, Pembunuhan, Manusia Kamar, Ngesti Kurawa, Daun, Cerita dari Sebuah Pantai, Tante W, Matinya Seorang Pemain Sepak Bola, Katakan Aku Mendengarnya, Matinya Seorang Wartawan Ibu Kota, Selingan Perjalanan, Khayalan dari Tepi Kolam Renang, Selamat Pagi bagi Sang Penganggur, Tentang Seorang Kawan, Khayalan dari dalam Bis yang Meluncur, dan Matinya Seorang Penari Telanjang.


Berbicara tentang sang pengarang, Seno Gumira Ajidarma merupakan seorang sastrawan senior terkenal yang lahir di Boston, Amerika Serikat pada tanggal 19 Juni 1958. Dia berbeda dengan ayahnya, dia lebih memilih tidak sekolah dan berpetualang sesuka hatinya terinspirasi dari film-film petualangan. Pada akhirnya Seno pun melanjutkan  sekolahnya karena perintah dari ibunya.Berdasarkan cerita hidup sang pengarang, dapat dijabarkan seorang pengarang akan melahirkan sebuah karya, yang tidak lahir dengan sendirinya, tanpa ada pengaruh-pengaruh atau pengalaman-pengalaman yang ada pada pengarang tersebut, begitu pun yang terjadi dalam hidup Seno Gumira. Dengan menghayati kehidupan oleh pengarang akan menjadi suatu inspirasi dalam melahirkan karya yang digemari. Hal ini sesuai dengan pernyataan seorang ahli sastra, yang bernama Semi, yang menulis bukunya pada tahun 2012, yang mengatakan bahwa: “Walaupun unik dan sukar dirumuskan dalam suatu rumusan yang universal, karya sastra adalah sosok yangdapat diberikan batasan dan cirri-ciri, serta dapat diuji dengan pancaindra manusia”.

Seno Gumira adalah sosok penulis, yang dapat membangkitkan berbagai perasaan pada setiap pembaca novel karangannya, seperti sedih, gembira, tegang, bahkan lucu. Cerita dalam buku Manusia kamar tidak hanya menceritakan tentang kisah sedih, tetapi ada juga yang menceritakan tentang kisah jenaka dan juga menegangkan. Novel ini merupakan penggambaran tokohnya dibangun dari kenyataan sehari-hari, tentang orang sehari-hari, dan dijalin dari peristiwa yang biasa terjadi sehari-hari, untuk itu nove tersebut menarik untuk diteliti. Kenyataan dalam kehidupan sehari-hari, dalam kumpulan cerpen tersebut diramu kembali dan dipadukan dengan  imajinasi. Bagi seorang peneliti, dapat memadukannya dengan beberapa teori sastra, sebagai alat bedah untuk mengupas keberadaan cerpen tersebut.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url